Mengonsep Ulang Cita-Cita


Kuliahan_28Dari kecil sampai kuliah saya tidak punya cita-cita. Pertanyaan tentang cita-cita adalah pertanyaan membingungkan.

“Besok besar mau jadi apa?”

Dari pada mengundang pertanyaan lebih lanjut, biasa saya jawab ngawur. Dokter, pilot, atau apalah yang standar-standar saja agar perbincangan segera usai. Continue reading

Advertisements
Posted in Uncategorized | 2 Comments

Larangan Memiliki Tanah bagi Warga Non Pribumi di Yogyakarta dan Hoax yang Menyertainya


Pada bulan Agustus 2017, Rosyid Nur Rohum, 24 tahun, warga Sumatera Selatan, divonis penjara 2,5 tahun. Rosyid terbukti menyebarkan hoax atau kabar bohong mengenai Sri Sultan Hamengku Bawono ka 10. Vonis ini menjadi menarik karena Sultan sendirilah yang melaporkan kasus tersebut ke kantor polisi. Hakim menyatakan bahwa, “Terdakwa sengaja membuat artikel yang cukup kontroversial. Tulisan itu dapat menimbulkan kebencian, perpecahan, mendiskreditkan etnis tertentu dan lainnya.”

Berikut isi artikel tersebut (dikutip dari sini):

“Sri Sultan Hamengkubuwono : Maaf Bukan SARA, Tapi Cina Dan Keturunannya Tidak Pantas Jadi Pemimpin Di Bumi Nusantara. Fakta Sejarah, Tionghoa Adalah Satu-Satunya Penghianat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Continue reading

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Pernahkah Kamu Memeluk Seolah Tak Kan Pernah Lagi Memeluk


pelukan terakhir

Karakter diambil dari komik Senja dan Bintang

Saat Cuka masih muda, cantik lucu penuh vitalitas, punya anjing terasa begitu menyenangkan. Saat itu aku berpikir, kalau Cuka sudah mati, tentu aku ingin anjing lagi. Kalau bisa persis seperti dia. Dikloning kalau perlu.

Lalu Cuka menua. Rambutnya menipis. Matanya kelabu terkena katarak. Pandangannya semakin buruk. Lagaknya tak lagi gesit. Beberapa kali sakit, beberapa kali harus diperiksa dokter.

Dari awal, tentu saja kami sekeluarga tahu bahwa Cuka akan mati. Umur anjing jauh lebih pendek dari manusia. Kami tahu, kemungkinan besar, ia akan pergi meninggalkan kami lebih dahulu. Tapi tahu ternyata berbeda dengan menghadapi. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menciptakan Ruang Dialog di Komik Media Sosial


*ditulis dalam rangka menyusun pikiran untuk berbicara di Jamasan (Jagongan Malam Santai) Dagadu, 8 Desember 2017, dengan tajuk “Seniman Berkarya ‘Menggelitik’ Ruang Digital”

Saya diundang ke Jamasan Desember 2017 karena komik-komik saya di media sosial. Komik-komik tersebut dianggap sebagai kritik sosial-politik yang kadang disampaikan secara jenaka.

Saya mulai mengunggah komik daring pada pertengahan tahun 2008. Di blog, multiply. Tujuannya biar ada yang membaca. Pertengahan 2009, karya saya berpindah ke facebook sampai sekarang. Pernah nyoba twitter, tapi malas ngurus akunnya. Sekarang mencoba instagram, tapi masih baru-baru saja. Jadi mohon permaklumannya kalau pembahasan yang saya lakukan terbatas pada facebook.

Awalnya, saya membuat komik secara rutin sebagai sarana tetap menggambar. Melemaskan tangan dan melatih ketrampilan. Tapi saya ingin sesuatu yang lebih berarti, yang lebih bermakna. Jadi saya letakkan tujuan. Visi misi komik saya adalah, haha, malu juga nyebut: Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hingga Usai Usia, Horor Sebuah Komitmen


12806118_10207467111269475_3183470261149387756_n

Menikah itu konsep yang mengerikan. Apalagi bagi pernikahan Katolik yang tidak mengenal cerai kecuali salah satu dari pasangan meninggal. Betapa menyiksanya kalau terjebak dengan orang yang salah, hingga usai usia.
Horor atas komitmen hidup bersama hingga usai usia ini tampak begitu menghantui saya. Apalagi mengingat saya sangat mudah terganggu akan keberadaan orang yang tidak saya sukai. Kalau sudah bener nggak cocok, orangnya duduk nggak ngapa-ngapain saja tetap membuat saya risih. Bahkan dengan orang-orang biasa, over dosis interaksi dapat membuat saya uring-uringan. Continue reading

Posted in Uncategorized | 5 Comments

Jogja atau Yogyakarta, Apalah Arti Sebuah Nama


 

yogya istimewa

Jogja istimewa memiliki arti “Perang yang istimewa”.

William Shakespeare bisa saja ngomong, “Apalah artinya sebuah nama?” Lha wong dia orang berbahasa Inggris. Orang berbahasa Inggris memang tidak menjunjung tinggi sebuah nama. Bisa kita lihat dari nama Perdana Menteri Inggris sekarang, Theresa May. May, alias bulan Mei. Perdana menteri kok namanya pakai nama penanggalan. Di Jawa sejajar dengan orang yang namanya Jumadilawal, atau Rebo, atau Kliwon. Tahu nama presiden Amerika Serikat sekarang? Donald, sama kaya bebek yang nggak pakai celana. Continue reading

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Berebut Gunungan, Berebut Entah Apa


habis dijarah

Jarang-jarang bisa melihat simbok-simbok tua keriput berjarik lecek berkumpul bersama gadis-gadis muda berkulit putih memakai hotpants. Garebeg Sawal di Alun-Alun Utara Yogyakarta pada hari kedua Idhulfitri kemarin menyatukan mereka. Orang-orang berjejal menonton barisan prajurit. Orang-orang berjejal merayah gunungan yang dibagikan.

Garebeg merupakan tradisi yang sudah ada dari zaman sebelum manusia bule menyerang. Arti katanya dekat-dekat dengan gembrebeg alias keramaian. Atau anggap saja begitu. Saat acara garebeg, dibagikan juga gunungan. Gunungan itu makanan yang disusun tinggi. Disusun di dalam keraton, diarak pada hari yang ditentukan, lalu diberikan untuk rakyat. Dulu sih katanya dibagikan. Kalau sekarang dirayah. Diperebutkan. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment