Resolusi 2011


Liburan Natal dan Tahun Baru ini…ehm…maaf saya memang tidak punya liburan. Bukan berarti saya kerja terus sepanjang waktu sehingga tidak sempat berlibur. Yang ada malah kebalikannya. Saya tidak bekerja. Jadi bagaimana mungkin saya libur.

Tolong jangan doakan agar saya segera mendapatkan pekerjaan, karena bukan itu yang saya inginkan. Tidak bekerja memang salah satu cita-cita saya. Cita-cita saya yang lain adalah tetap bertahan hidup walau tidak bekerja. Sekarang saya tidak bekerja dan masih bertahan hidup. Jadi yang perlu saya lakukan sekarang dan esok hari adalah memapankan keadaan saya ini.

Tolong sekali lagi, jangan terburu berpikir bahwa saya hendak menjadi parasit. Walaupun sekarang saya berprofesi sebagai parasit orang tua, toh niatannya adalah menemani. Bukan menghisap sari kehidupan mereka. Apalagi sari kehidupan anda.

Mungkin bagi kebanyakan orang harapan saya ini mimpi di siang bolong. Tapi kenyataannya saya memang ingin bermimpi di siang bolong. Satu dua tahun lalu saya juga berpikir kalau harapan saya ini adalah angan yang mustahil. Namun perlahan, apa yang tampak di awang-awang itu semakin mungkin teraih.

Ini bukan soal menginvestasikan sejumlah uang, membangun bisnis, lalu mendapatkan pendapatan pasif darinya. Malah mimpi saya ingin mempunyai bisnis sendiri sudah meluntur sejak lama. Karena itu merepotkan. Dan saya benci repot. Kenyataan sebuah bisnis membutuhkan karyawan juga bukan hal yang menggembirakan. Memiliki karyawan berarti memiliki tambahan tanggungan perut untuk di isi. Satu karyawan satu perut, plus anak istrinya, plus semua tanggungannya.

Hidup dari pendapatan pasif yang dibangun dari bisnis memang tampak menjanjikan. Sayangnya, berarti saya harus mengorbankan kebahagiaan saat ini demi kebahagiaan saya mendatang. Dan bagaimana saya yakin esok hari saya bisa berbahagia jika hari ini tidak bahagia? Bagaimana saya yakin esok bisa berbahagia jika saat ini saya menolak kebahagiaan?

Tahun 2010, di mana saya terjun bebas dari “kemapanan” bisa saya akhiri dengan hati ringan dan rasa bahagia. Saya bersyukur karenanya. Tahun 2011 tidak hanya ingin saya akhiri dengan bahagia, tapi juga ingin selalu saya lalui dengan kebahagiaan. Dan cara paling mudah untuk bahagia adalah melakukan apa kata hati kita saat ini dan melewatkan kekhawatiran saat nanti.

Maka saat ini saya menulis tulisan ini. Mengikuti kata hati saya. Maka saat ini saya melepas ketakutan saya akan hari esok dengan pasrah pada kehendak alam. Ikhlas. Ikhlas. Ikhlas. Bertahun saya mempelajari, dan masih selalu canggung menghadapi.

Maka tahun ini saya akan melakukan apa saja yang ingin saya lakukan. Melakukan apa yang saya cintai dengan sungguh-sungguh. Dan nyatanya selalu saja ada yang mengupah saya untuk itu. Kalaupun hanya sedikit, toh kebutuhan saya sekarang juga sedikit. Akan kutengadahkan kepala saya ke atas. Sebagai tanda keikhlasan, syukur, dan rasa pasrah. Akan kutengadahkan tangan saya ke atas. Siap menyambut kebahagiaan.

4 Januari 2011, di kamar

“Ya ya, saya tahu. Menulis memang gampang. Dan saya jauh panggang dari api. Tetapi bukankah itu yang dinamakan resolusi? “

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 Responses to Resolusi 2011

  1. antondewantoro says:

    Siang tadi aku baru mau bertanya kepadamu, “Bagaimana kalau saya cari uang di Jogja saja?”
    Untung aku lupa menelponmu …tidak jadi buang pulsa.

  2. Annie says:

    penting banget tuh, mencari uang tetap bersenang-senang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s