The Origin of The Gossip


Jono dan Joni penggembala malas. Keduanya menggembalakan seekor kerbau milik orang tua masing-masing. Karena malas, mereka menggembalakan sambil tidur-tidur. Pada suatu hari yang sial, kerbau mereka menghilang saat ditinggal ngorok.

Wuduh! Joni dan Jono panik bukan kepalang. Bagaimana jika mereka dimarahi kedua orang tua mereka, plus ketahuan tidur saat menggembala.

“Gimana ini Jon?”

“Kita harus cari akal Jon!”

“Gimana Jon?”

“Tepu-tepu gitulah Jon!”

“Tepu gimana Jon?”

“Gimana kalau kita ngaku ada buaya raksasa keluar dari sungai mencuri kerbau kita, Jon?”

“Gimana ya Jon….”

“Kita nanti pulang sambil teriak-teriak ketakutan Jon!”

“Masa pada percaya Jon!”

“Dicoba dulu lah Jon!”

Maka Jono dan Joni berakting lari lintang pukang kembali ke desa. Berteriak-teriak ketakutan,

“Ada buaya raksasa! Buaya raksasa! Kerbau kami diculiknya!”

Penduduk desa heboh. Termasuk orang tua Jono dan Joni. Mereka melupakan kerbaunya. Bergabung dengan penduduk desa yang lain, berbondong-bondong menuju sungai hendak melihat buaya yang dimaksud.

“Sip nggak Jon! Ditipu seperti itu aja pada percaya! Eh, mau ke mana Jon?”

“Ikutan ke sungai Jon”

“Ngapain Jon?”

“Lihat buaya raksasa lah Jon!”

“Wegh, bukannya itu karangan kita sendiri Jon?!?”

“Siapa tahu benar-benar ada Jon!”

****

Selama ini saya percaya kalau proses terjadinya gosip secara alami itu mirip-mirip cerita di atas. Tapi saya tidak pernah punya bukti. Menelusuri sumber gosip sampai ke sumbernya itukan pekerjaan sulit bukan main. Wartawan infotainment saja sering kali tidak mampu melakukannya. Apalagi saya.

Tadi ibu saya masuk ke kamar saya. Menceritakan kisah keluarga bibi, kakak dari ibu saya sambil tergelak-gelak. Tertawa tak bisa berhenti.

Suatu hari seorang teman dari kota P, kota sama dengan tempat tinggal mertuanya yang sudah renta, datang ke rumah bibi saya. Mengabarkan kematian.

“Hah!?! Mati!?,” teriak bibi saya.

Putranya yang masih tinggal serumah mendengarkan dari jauh. Kaget juga. Segera ia kirim sms ke saudara-saudaranya di luar kota.

“Nenek meninggal.”

Saudara-saudara di luar kota tadi segera menelpon paman dan bibi saya. Paman dan bibi saya ikut bingung. Hari itu mereka belum memungkinkan untuk pergi ke kota P.

“Haduh, gimana ini?”

“Ya sudah, kita titip fotonya saja dulu.”

Paman dan bibi menitipkan foto si nenek ke teman tadi. Takutnya kerabat di kota P tidak punya, karena memang bertahun-tahun lalu si nenek masih tinggal bersama paman dan bibi.

Setelah teman pergi, paman dan bibi gelisah. Akhirnya mereka menelpon ke kota P.

“Apa? Nenek baik-baik saja kok?”

“Lhoh!?!?!”

Buru-buru mereka mengejar si teman tadi ke stasiun. Untung saja masih terkejar. Foto nenek diambil kembali sembari menjelaskan kesalahpahaman.

Rupa-rupanya teman tadi mengabarkan kematian orang lain, bukan si nenek. Tapi putra bibi terlalu cepat mengambil kesimpulan dan menyebarluaskan kabar. Alhasil, si nenek “meninggal” saat masih baik-baik saja.

Kesalahan itu tampak tolol. Tapi membuat dunia menarik. Paling tidak buat ibu, paman-paman, bibi-bibi, ayah, dan saya. Terbukti dari tawa kami yang tidak bisa berhenti. Tidak tahu bagaimana si nenek kalau mendengarnya.

Yah namanya gosip, selama bukan kita yang digosipkan tentu menarik-menarik saja.

31 Juli 2011, Yogyakarta, Ibu baru saja pulang reuni bersama saudari-saudarinya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to The Origin of The Gossip

  1. Saya penonton dan pembaca tayangan gosip lo. Gimana engga tergoda? Tiap buka yahoo dan twitter disodori berita cerai? Tiap nonton Tv ditawari berita selingkuh? Ayo salahkan TV dan media massa yang hobi menyodorkan hal ga mutu. Ps: abaikan saja komen ga mutu ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s