Hubungan Antara Kepribadian dan Makanan (Sebuah kajian non-ilmiah yang mencoba tampak ilmiah)


HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN DAN MAKANAN
(SEBUAH KAJIAN NON-ILMIAH YANG MENCOBA TAMPAK ILMIAH)

Yogya, 4 September 2011

Intisari

“You are what you eat.” Slogan ini semakin sering kita dengar dalam artikel-artikel kesehatan. Para ahli semakin mempercayai bahwa siapa dan bagaimana perilaku manusia dipengaruhi apa yang mereka makan. Berarti sehat dan tidak sehatnya tubuh, baik dan buruknya kepribadian, mengikuti apa saja yang masuk melalui mulut.

Latar Belakang

Etika, budi pekerti, moral, dan iman manusia semakin merosot dari hari ke hari. Hal ini berbanding lurus dengan semakin merosotnya kualitas makanan yang mereka konsumsi. Dikhawatirkan, jika manusia tidak segera menyadari hubungan antara makanan dan kepribadian, maka tatanan masyarakat semakin lama akan semakin hancur.

Salah satu hubungan antara manusia dengan apa yang dikonsumsinya bisa dilihat dari perbandingan sifat benda yang dimakan dan kecenderungan sifat dari pemakannya. Oleh karena itu penulis berusaha mengupas hubungan antara kepribadian makhluk yang menjadi makanan dan sifat apa yang dihasilkan pada makhluk yang telah memakannya.

Batasan Masalah

Agar kajian ini bisa ditulis dengan mudah, maka penulis hanya membatasi pada makanan tertentu. Adapun makanan itu adalah, babi, anjing, kambing, hati, dan angin.

Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari kajian ini adalah mengisi waktu luang penulis sekaligus berguna sebagai bahan artikel blognya yang tidak berguna

Manfaat Penelitian

Tidak ada.

Metode Penelitian

Kajian ini dilakukan dengan pencarian bahan referensi melalui internet. Bahan ini lalu diolah melalui fantasi penulis dengan logika seadanya. Yang tentu saja tidak bisa dipercaya. Hasil imajinasi tersebut lalu diketik menggunakan notebook Dell Lattitude520 dan MS Worpad (diusahakan) menggunakan sepuluh jari.

Dasar Teori

Semakin banyak tulisan ngawur sok ilmiah yang dipublikasikan melalui jalur offline maupun online. Tidak dapat dipercaya, tulisan-tulisan itu dipercaya banyak orang sebagai tulisan yang mampu dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Bahkan tulisan-tulisan tersebut juga dijadikan dasar argumen dalam berbagai diskusi dan perdebatan. Nggg…maksudnya, ingin meniru tulisan-tulisan dan debat-debat tersebut, kajian ini tidak memiliki dasar teori.

Hasil dan Pembahasan

Pada bab ini akan dibahas mengenai akibat makanan pada sifat manusia yang memakannya.

BABI
Babi adalah hewan yang sangat rakus. Tidak kenal rasa jijik. Pemakan segala, dari bangkai hewan mati, sampah pasar, sampai pizza yang baru saja keluar dari oven. Pemakannya pun akan memiliki sifat ini. Rakus. Serakah. Berusaha mengambil untung sebanyak-banyaknya tanpa malu-malu.

Babi adalah hewan yang jorok dan suka mandi lumpur. Pemakannya akan memiliki bau tak sedap.

Babi juga merupakan hewan dengan nafsu seksual berlebih dan menjalani pola hidup seks bebas. Bahkan dipercaya amoeba yang mampu mengkonsumsi satu ekor babi secara hidup-hidup akan berhenti bereproduksi secara mitosis dan mulai bereproduksi secara seksual. Bagi manusia yang sudah terlanjur mengkonsumsi daging babi disarankan mengkonsumsi elang botak. Elang botak hidup monogami sampai salah satu pasangan meninggal. Karena inilah elang botak kini menjadi binatang langka. Jadi stop makan babi agar elang botak tidak sampai punah!

ANJING
Anjing adalah hewan buas dan kejam. Pemakan anjing akan memiliki sifat-sifat ini pula. Kejam, buas, dan liar. Jadi kalau sampai terpaksa  makan anjing, sembelihlah anjing rumahan yang ceria, ramah, dan cerdas. Anjing milik penulis juga ceria, ramah, dan cerdas. Tapi tolong jangan pernah coba-coba berpikir untuk memakannya.

Air liur anjing mengandung banyak bakteri. Dan bakteri adalah sumber penyakit. Air liur tersebut diproduksi dari dalam tubuh. Jadi orang-orang yang memakan anjing akan mudah sakit dan kemudian menyebarkannya.

Anjing tidak mampu menyembunyikan perasaan. Jika ia sedih ekornya turun. Jika takut dilipat ke dalam. Jika senang digoyang-goyang. Pemakan anjing akan menjadi orang yang jujur akan perasaannya. Sulit berbohong. Karena itu pemakan anjing akan menemui kendala di kariernya. Terutama jika menjadi politikus.

Anjing juga hewan yang terkenal sangat cerdas. Jadi apabila ada anak buah yang ketahuan makan daging anjing, saya sarankan agar atasannya segera memberi karyawan tersebut makanan berupa udang. Demi menetralisir pengaruh kecerdasan. Tapi jangan terlalu banyak, jangan sampai otak anak buah yang bersangkutan benar-benar menjadi otak udang.

KAMBING
Berbeda dari dugaan kebanyakan orang, kambing sebenarnya hewan pintar. Bedanya dengan anjing adalah anjing tidak tertarik dengan ide menyenangkan hati manusia. Pemakan kambing akan memiliki sikap seperti itu juga. Menjadi tidak berperikemanusiaan.

Secara fisik, kambing memiliki bau tajam menyengat, bulu kasar, dan jenggot panjang. Pemakan kambing dalam jangka waktu cukup lama memiliki kecenderungan bau, dekil, dan memelihara jenggot juga.

Kambing sangat suka mengadu kepala. Bahkan kadang dianggap sebagai permainan. Menggosok-gosok kepala kambing juga bisa menjadi berbahaya. Karena membuat mereka ingin menyeruduk. Pemakan kambing akan mendapatkan efek dari hal ini. Mereka suka kekerasan. Berdebat bahkan sampai berkelahi. Mudah diprovokasi dan diadu domba.

Kawanan kambing juga sulit menerima kambing baru di antara mereka. Karena itu kambing baru akan sering mendapat kekerasan fisik. Tidak cuma kambing baru, kekerasan ini juga terjadi pada kambing yang masih muda atau anak-anak. Pemakan kambing akan memiliki sifat antipati terhadap hal-hal yang berasal bukan dari kalangan mereka. Sering memberi tekanan fisik dan mental (bully) terhadap kaum minoritas dan atau yang lebih lemah dari mereka.

HATI
Hati merupakan kelenjar terbesar pada tubuh. Hati memiliki fungsi menyerap senyawa yang bersifat racun lalu menetralkannya. Oleh karena itu, para pemakan hati akan sering mendapatkan kata-kata yang bersifat merusak dari orang-orang sekitar. Jika hatinya tidak cukup sehat, besar, dan luas untuk menerima dan menetralkannya, maka kata-kata beracun itu akan membuat dirinya sakit. Secara fisik maupun psikis.

ANGIN
Angin sebenarnya tidak masuk dalam kategori makanan. Tapi karena makan angin adalah kebiasaan penulis, maka angin kita bahas juga di sini. Manusia yang sering makan angin rawan terserang masuk angin. Seperti angin pula yang bebas tanpa batas, pemakan angin seakan-akan tidak memiliki tujuan jelas dalam hidupnya. Keinginannya mudah berubah-rubah. Mereka tidak suka berada di tempat yang memiliki tekanan tinggi. Persis seperti angin, yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.

Kesimpulan

Hubungan sifat makhluk yang dikonsumsi dengan kepribadian makhluk yang mengkonsumsi terbukti benar adanya. Hal ini diperjelas dengan kenyataan bahwa sebagai makhluk yang berada di puncak piramida makanan, kepribadian manusia adalah yang paling kompleks dibandingkan makhluk hidup lainnya.

Saran

Karena itulah apabila kita terpaksa memangsa makhluk hidup lainnya, pilihlah makhluk hidup yang memiliki sifat-sifat terpuji. Cerdas, ramah, ceria, setia, sabar, dan penyayang. Tapi ingat, walau anjing penulis memiliki sifat-sifat itu, jangan pernah berani-berani sedikitpun berrpikir untuk memakannya!

Daftar Pustaka

http://abisyakir.wordpress.com/2009/05/07/fakta-menarik-seputar-babi/
http://uwoholistik.wordpress.com/pig-babi/
http://fiascofarm.com/goats/behavior.htm
http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/49/10-satwa-paling-setia
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=432420761
http://id.wikipedia.org/wiki/Hati
http://www.kamusbesar.com/54354/makan-angin

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

8 Responses to Hubungan Antara Kepribadian dan Makanan (Sebuah kajian non-ilmiah yang mencoba tampak ilmiah)

  1. Ditya Rama says:

    Jadi jika disingkat maka baik si hewan adalah babi, anjing, kambing, kalau diberi hati, maka sering buang Angin…!!
    Si Angin, kayak suara omongan para politikus, yang awalnya mencuri hati publik, setelah di beri hati, maka mayoritas berkelakuan seperti mBabi, anjing, dan kambing. (maksain bikin korelasi).
    Kalo Kartunis makannya apa yah..?? Sepidol, pensil, penggaris, dianalogikan sebagai media untuk menulis pemikiran, dan panjang akalnya. Hehehehehehe…..

  2. benkipro says:

    Setelah saya baca-baca menarik….
    Menarik untuk jadi VEGETARIAN !!!

  3. relevan, ini amat relevan, saya sebagai Babitarian tidak tersinggung. I love sex, dan mau makan apa saja…

  4. Eh tulisannya ada manfaatnya kok. Setidaknya memberi saya pencerahan. Supaya nggak angin2an, saya harus mengurangi makan angin😀
    Btw: aku nggak pernah makan api tapi kok gampang kebakar ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s