Curhat Komikus: Dipelihara Sama Yang Di Atas


Beberapa hari lalu, ada pesan masuk dalam kotak surat facebook saya. Dari seorang pembaca Koel. Setelah berbalas sebentar ia bertanya,

“Oiya Mas, aku minta tips nya dong gimana caranya biar bisa berkarya tanpa mikirin profit oriented …. ?? Aku udah nyoba tp sulit banget, he he.

Soalnya setauku profesi komikus di Indonesia … kurang menjanjikan ( mudah mudahan aku salah ) [:)] ”

Ini bukan pertama kalinya saya mendapat pertanyaan macam itu. Tapi ini adalah pertama kalinya saya tersentuh oleh jawaban saya sendiri.

“Haha, yang pertama saya memang suka ngomik. Jadi tanpa dibayar pun saya akan tetap ngomik (bahkan kalau perlu membayar). Hidup sederhana, kalau kebutuhan sedikit maka penghasilan sedikitpun tak masalah jadinya. Hidup ikhlas, percaya dipelihara sama “yang di atas”

Dan yang jelas, ; ), penghasilan terbesar saya memang bukan (atau belum) dari komik.”

Saat itu saya membaca tulisan saya sendiri, dan senyum sendiri.

“Kata kuncinya . . ikhlas dan percaya dipelihara sama ” yang diatas ”

itu yang aku sering lupa . . kadang tuntutan ekonomi memaksa aku untuk berpikir komersil yang ujung ujung nya membatasi kreatifitas .. bukan cuma membatasi sih tapi membunuh kreatifitas ….

. . maturnuwun mas atas pencerahannya . [:)] ”


Pencerahan. Hah! Saya rasa itu kata yang berlebihan. Tapi siapa tahu. Yang mungkin tidak disadari pembaca saya tersebut adalah sebenarnya saya juga bergulat dalam persoalan yang sama. Bagaimana hidup dan berkarya tanpa tergantung pada potensi keuntungan.

Saya yakin, ia, saya, dan Anda, atau siapa saja paham jawabnya sederhana. Persis seperti jawaban saya. Hidup ikhlas. Mempercayakan hidup kita pada alam, pada Tuhan. Semeleh.

Tapi tentu menjalaninya tidak semudah mengatakan, membaca, atau mendengarnya. Kita bisa mengucap itu di mulut, menulisnya di blog, mendengarnya di ceramah motivasi, tapi tidak melakukannya di hati.

Sekarang saja karena sedang punya uang, punya penghasilan, tidak punya tanggungan, bahkan numpang orang tua, saya bisa menjawabnya dengan tenang. Entah besok ketika saya sudah lelah dan putus asa, lungkrah dan terengah-engah, apakah saya masih bisa bilang ikhlas saja?

Karena itulah saya tuliskan ini. Ketika tiba saatnya saya yang tersungkur, menyerah pada kuasa harta benda, pembaca bisa mengingatkan saya untuk hidup dengan ikhlas. Kalaupun pembaca yang budiman kesulitan merangkai kata, kopi paste saja jawaban saya tadi.

“Hiduplah sederhana, kalau kebutuhan sedikit maka penghasilan sedikitpun tak masalah. Hidup ikhlas, percaya dipelihara sama “yang di atas”.”

Lalu kirimkanlah ke saya. Dan saya akan berterima kasih karenanya. Atau malah mencaci dan berteriak, “Hidup itu yang realistis dong!”. Entah.

Yogyakarta, Natal 2011

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

24 Responses to Curhat Komikus: Dipelihara Sama Yang Di Atas

  1. kud says:

    hahahaha….. anda lebih beriman daripada orang yg mengklaim diri beriman…..

  2. adhes says:

    Semangat terus koel….

  3. Fath says:

    Melu nyimak …Kapan ki wedhangan maneh?🙂

  4. Tobias says:

    Betul, Kur..susah.

    Meyakini ‘yang di atas’ memelihara kita selalu, memang susah, Apalg klo kt memiliki berjuta keinginan & harapan..

  5. mel says:

    yaktul…yaktul…yaktulll…(nada: obelix)
    kalo kebutuhan sedikit, penghasilan sdkt jd gk mslh😉

    eh btw tampilan blognya gk koel bgt. tp mungkin kurnia bgt yak😀

  6. curhatrumah says:

    Benar mas Koel…, betapa damainya ketika kita berhasil semeleh…,tidak perlu dibuat risau pada apa yang akam kita makan, minum, pakai. “kalau kebutuhan sedikit maka penghasilan sedikitpun tak masalah”. Sepertinya saya pernah dan ingin terus berpengertian seperti itu…

    Dan benar lagi kata anda Mas Koel…, Ketika kita sudah punya tanggunan atau berkeluarga, rasanya terlalu gelisah untuk menjadi pasrah. Jika punya anak satu saja, kebutuhan kita tidak lagi menjadi sedikit melainkan tigadikit, bagimana jika anak kita dua, empat, enam….., belum, lagi harus bayar listrik, air, arisan, angsuran rumah,.. dan bla bla…kebutuhan yang berdikit-dikit itu telah menjadi bukit!

    Akhirnya, mau tidak mau kita harus menjadi salah satu semut pekerja yang kesulitan untuk semeleh…:). Tapi terimakasih. Membaca blog ini membuat saya berhenti sejenak menjadi semut, dan bersyukur karena masih dipelihara sama yang diatas…

    • Tapi kagumnya ada lho yang sudah bertangung-tanggungan tapi berhasil semeleh. Semoga kita semua juga bisa 🙂
      Sama-sama, saya senang sekali bisa membuat orang lain berhenti sejenak sebagai semut pekerja. Walau hanya sebentar.

  7. ratri says:

    saya juga tengah mencoba semeleh kur,..ikhlas melakoni, wong hidup tinggal menjalani. skenario nya mau dibikin seperti apa ya manut ma Yang di Atas. Nek anake tambah meneh yo disyukuri, yang lain mo dapet anak satu aja susah nek ndilalah saya kok gampang kan anugerah..hehehe.. La vita e bella..^^

  8. hanggaady says:

    Setuju Koel. Reques dung, bikinin komik serupa, tapi filosofi cicak ya, dia malah lebih ikhlas lagi, dia gak bisa terbang tapi makanannya terbang, tapi dia gak kesulitan makankan hehe. Konfirm yah🙂

  9. seperti curhatnya @curhatrumah, entah gimana jadinya klo sudah punya tanggungan keluarga ya mas Koel🙂
    *akhirnya bisa ketemu blog anda, setela beberapa bulan lalu lihat animasi Koel tp lupa liat dimana, salam kenal

  10. Like this dah! Nggak perlu termotivasi uang, dsb untuk berkarya😀

  11. Aditya Mia says:

    Hidup lah sesui dgn anugrah yg Tuhan beri buat kita, gali terus talenta yg Tuhan kasih, pastiiiiii berhasil dengan sendirinya. Tapi jangan lupa selalu serahkan semua pekerjaan dan hidup kita ke dalam tangan Tuhan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s