Separuh Dari Jatah Hidup


ImageKata orang, jatah hidup manusia itu sebenarnya cukup enampuluh tahun. Kalau lebih berarti anugrah. Bonus-bonus kehidupan. Walau kadang bonus itu dijalani juga dengan tersengal-sengal. Mencekik, mirip bunga kredit.

Ada juga yang menikmati bonusnya dengan berbahagia. Saya sendiri ingin begitu kalau memang nanti akhirnya mendapat bonus. Hidup lebih dari enampuluh. Tapi itu masih lama. Saya masih menjalani jatah saya. Pakai tersengal-sengal juga kadang-kadang. Tapi untungnya tidak mencekik, wong saya memang anti yang kredit-kredit.

Sebentar lagi jatah saya pas setengahnya. Benar, sebentar lagi saya berkepala tiga. Bukan artinya saya mendapat tambahan dua kepala lagi untuk berpikir. Percuma kan, lha otak saya di dengkul. Jadi bertambah dua kepala lagi tidak akan meningkatkan kecerdasan saya. Maksud dari kepala tiga itu adalah saya mencapai umur tigapuluhan.

Jangan bersorak dahulu. Walau orang berkata masa keemasan itu ada di umur tigapuluhan, belum ada tanda-tanda saya akan beremas-emas. Berkemas-kemas mungkin. Siapa tahu saya akan diusir dari rumah karena sudah dianggap terlalu tua buat menumpang pada orang tua.

Dan tidak pula saya katakan kapan tepatnya kepala saya bertambah satu. Buat apa info itu untuk Anda? Toh saya nggak minta diselamati. Tapi kalau memang mau ngado, silakan kirim pesan pribadi. Japri saja. Pasti nanti akan saya beritahu tanggal lahir saya. Lengkap dengan alamat pos. Bahkan nomer rekening kalau perlu.

Ucapan selamat ulang tahun sebenarnya rancu. Bukan saja seharusnya ulang tanggal, tapi hanya tepat buat anak-anak saja. Anak-anaklah yang umumnya ingin cepat besar. Jadi wajar diselamati tambah tua. Selamat ulang tahun itu kan sama saja selamat tambah tua. Tambah satu tahun yang dijalani. Berkurang satu tahun yang belum.

Karena itu orang dewasa, apalagi orang tua, tidak tepat diselamati ulang tahun. Mereka itu kan, saya juga, umumnya ingin muda kembali. Lha kok malah diselamati tambah tua. Bukankah itu meledek. Tapi karena sudah salah kaprah, yang diselamati tetap prengas-prenges. Ketawa-tawa saja. Lha nggak dong. Diledek tapi tidak sadar.

Itu yang dewasa. Apalagi yang sudah tua. Lebih tidak berperi kemanusiaan.

“Selamat ulang tahun ya! Semoga panjang umuuuur!”

Panjang umur katanya. Pakai semoga lagi. Semua juga tahu, namanya orang tua pasti umurnya sudah paaaaaaanjang. Sisa umurnya itu yang tinggal pendek.

Kenapa tidak sekalian saja,

“Selamat tambah tua ya! Sudah pendek sisa umur!”

Tapi bagaimana lagi. Namanya manusia, sukanya kata-kata manis. Kata-kata positif. Walau sebenarnya isinya kebohongan. Kalau jujur itu misalnya seperti percakapan nyata di bawah ini (hanya nyata di blog saya),

“Opaaa…selamat ulang tahun ya! Jangan lupa segera bikin surat wasiat!”

“Kurang aj…Eheheh…iya, Cu. Terima kasih sudah mengingatkan. Ingatkan Opa juga, agar jangan sampai lupa kalau namamu…..tidak akan Opa cantumkan di surat wasiat.”

“Ahahaha, Opa ini bisa saja. Semoga panjang umur ya Opa ya! Biar ada cukup waktu…buat berubah pikiran.”

Nah, jadi Anda paham kan, kalau saya merasa tidak perlu diselamati. Apalagi saya trauma juga kalau tanggal kelahiran saya sudah diketahui sebelumnya. Gara-garanya tentu tak lain tak bukan kalau ditodong buat mentraktir teman-teman. Ya kalau sedang kaya. Bagaimana kalau sedang miskin tak punya uang. Mending kalau tak beruang karena tak ada pekerjaan, bagaimana kalau tak beruang walau sudah kerja mati-matian. Memang kalau mau beruang, daripada bekerja lebih baik ke kebun binatang. Itu pun kalau cuma ingin menonton. Kalau mau memelihara, sepertinya dilarang undang-undang.

Sewaktu SMP saya aman. Karena saat tanggal lahir saya tiba, pasti bertepatan dengan liburan kenaikan kelas. Nah, repotnya saat SMA tidak. Untungnya  ada teman sekelas yang lahir di tanggal yang sama dengan saya. Kami bisa patungan buat mentraktir teman-teman. Ada juga teman-teman yang protes, minta ditraktir dua kali. Tapi biar. Saya tidak mau tunduk pada neo-imperialisme seperti itu.

Loh, tidak mau tunduk tapi kok mau nraktir?

Untuk itu saya memang tunduk. Konsekuensinya terlalu besar. Mirip-mirip pemerintah kita yang harus tunduk kepada IMF. Teman-teman akan menceburkan anak yang berulang tahun tapi tak mau nraktir ke kolam ikan sekolah. Penuh air penuh lumut tapi sedikit ikan. Baunya minta ampun. Siswa SMA memang kadang bisa kejam bukan main.

Leganya ini sudah tidak terjadi lagi saat kuliah. Gampang. Tinggal bolos saja saat ulang tahun. Menjauhi teman. Kalau pun tidak, keadaan cukup aman. Kampus saya tidak memiliki kolam ikan. Yang ada cuma sungai kecil yang mengalir di jurang samping gedung. Teman-teman pasti tidak tega melemparkan saya ke sana. Soalnya mereka sadar bisa-bisa dituntut dengan dasar percobaan pembunuhan. Atau pembunuhan, tidak pakai percobaan.

Tidak leganya, ini terjadi lagi saat saya terakhir ngantor. Walau airnya jernih, kantor juga punya kolam ikan. Lebih parah karena nraktirnya jauh lebih mahal. Kalau dahulu SMA cukup mie ayam kaki lima, waktu kerja saya harus mentraktir di restoran. Teman-teman tidak terima kalau cuma ditraktir mie ayam di seberang gang kantor.

Ah mereka ini, sombongnya bukan main.

Yogyakarta, 25 Mei 2012
di kamar sambil meratapi umur yang sudah lewat

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

15 Responses to Separuh Dari Jatah Hidup

  1. kayanya harus mulai pake tahun Neptunus….dan cinta benar-benar tak akan mengenal usia…yeah !

  2. benny says:

    Mas koel ultah ya….
    Selamat ulang tahun yea…
    Semoga lancar rejekinya biar bisa traktir temen2 bloger kalo ketemuan
    dan semoga awet muda di usia yang bertambah tua

  3. orang2 Gemini memang keren!🙂
    *ngaca*

  4. niahagai says:

    Apakah hidupmu semenderita itu???😀

  5. antondewantoro says:

    saya juga tidak rela beranjak 30, dan masih begini-begini saja, malah mengalami beberapa kemunduran, ah tapi sudahlah, mau umur tinggal besok, mau 40 tahun lagi, kita nikmati saja

  6. Aditya Mia says:

    Aku mau kepala 4 asik2 aja tuy… Malah tambah cantik dan keliatan umur 25.. Hehehehehe…
    Hiperbolis bgt yaaaaa!!!!! Hahahaha…
    Banyakin ketawa dong bung harta… Hehehe..

    Enjoy your story. God bless you bro..

  7. ardhian kj says:

    28 juni 1982, cuma beberapa orang yang beruntung lahir ditanggal itu…mmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s