Waktu Berbentuk Mlungker-Mlungker dan Molor-Molor


jam karetBagi kebudayaan barat, waktu adalah sesuatu yang linear. Maju terus. Tidak pernah bersilangan. Ujungnya semakin lama semakin menjauh. Bagi kebudayaan Jawa, waktu adalah sesuatu yang konsentris, berpusat, melingkar. Tidak maju tidak mundur, semua bisa kembali ke asal. Bagi kebudayaan Indonesia modern, waktu adalah sesuatu yang mrungkel-mrungkel molor-molor. Seperti karet gelang. Bisa diulur semampu yang ngulur.

Baiklah. Lebih baik tidak kita katakan sebagai budaya Indonesia. Lebih lokal dan aman, saya katakan saja budaya Yogyakarta saat ini.

Adalah wajar apabila undangan jam sekian maka acara dimulai setelah jam sekian tambah sekian. Janjian jam sekian, berkumpul baru jam sekian tambah sekian.

Jam karet atau molor ini dianggap sebagian besar orang sebagai bentuk ketidakdisplinan. Sedang buat saya adalah bentuk sikap tidak menghargai orang lain.

Misalnya Anda orang yang tepat waktu dan kita janjian jam tiga. Anda menyelesaikan kesibukan jam setengah tiga. Ingin tidur siang tapi takut nanti terlambat. Jadinya langsung berangkat. Ternyata saya ngaret, molor tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Datang baru jam empat. Padahal kalau dari awal janjian jam empat, Anda bisa tidur siang dahulu. Dengan ini berarti saya menghilangkan kesempatan Anda tidur siang. Saya tidak menghargai waktu Anda. Tidak menghargai tidur siang Anda.

“Ah, cuma tidur siang!” kata saya.

Kata tidur siang bisa kita ganti hal-hal lain. Bunga yang butuh disiram, anjing yang mengajak berjalan-jalan, anak yang ingin bermain bersama, pacar yang butuh dirayu, istri yang minta dipijit, suami yang berharap sekedar mendengar suara Anda, orang tua yang butuh tempat buat bercerita, dan seterusnya seterusnya masih banyak lagi. Kemoloran saya bukan saja merampas waktu Anda, tapi juga orang-orang dan makhluk-makhluk di sekitar Anda.

“Ah, itu kan cuma hal-hal kecil,” kilah saya.

Nah, Anda lihat betapa saya meremehkan kehidupan Anda. Tidak ada orang yang berhak memberi nilai bagi tiap momen dalam kehidupan orang lain. Yang kecil buat saya mungkin sangat berharga buat Anda.

Kebiasaan molor dan ngaret diperparah dengan adanya konvensi. Atau kesepakatan bersama. Kalau acara mau mulai jam tiga maka buat undangan jam dua.

Ini yang mungkin terjadi. Karena orang tahu itu konvensi maka dengan sengaja ia memundurkan jam kedatangannya. Repotnya kadang kita salah mengerti konvensi. Konvensi molornya itu setengah jam, satu jam, atau jangan-jangan malah sesempat salah satu pihak?

Ok, karena undangan jam dua maka acaranya baru dimulai jam tiga. Karena saya terbiasa molor satu jam, maka kalau acaranya jam tiga maka saya datang jam empat. Molor kuadrat.

Hitung-hitungannya tidak musti seekstrim itu. Tapi tetap saja yang datang tepat waktu sesuai undangan akan mengalami kerugian waktu secara eksponensial.

Konvensi ini menjadi dilema bagi orang-orang yang tepat waktu, alias menghargai orang lain. Mereka tahu waktu mereka akan terbuang jika datang tepat waktu. Namun jika ikut-ikutan molor, berarti mereka juga turut membudayakan jam karet.

Ah, sudahlah. Mungkin waktu memang hal yang abstrak. Konsep belaka. Sedang kehidupan Anda dan saya memang barang tidak berharga.

Sanggar Koebus, Yogyakarta, 23 Agustus 2013
tadi pagi ikan koki saya mati satu, dan akhir-akhir ini kok rasanya waktu lebih molor dari biasanya

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to Waktu Berbentuk Mlungker-Mlungker dan Molor-Molor

  1. kudha says:

    loooh… kalo fisika modern memang waktu itu tidak linear….
    berarti orang jawa lebih dulu maju dunk

  2. Benny K says:

    asli sumpah, malu saya!!

  3. belda says:

    Dear Sdr.Kurnia, saya tertarik dengan tulisan anda mengenai waktu yang molor …
    apakah saya boleh pinjam ilustrasi gambar tersebut untuk seminar saya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s