Berbicara Bodoh Biar Tampak Pintar


busa mulutAyah memanggil-manggil kami,

“Wong edan e isa bahasa Enggres!” Orang gilanya bisa berbahasa Inggris.

Perempuan gila ramah yang biasa lewat depan rumah ternyata sedang meracau dalam bahasa Inggris. Biasa saja sih, cuma good morning dan semacamnya. Asal ucap dan tidak nyambung.

Jaman itu orang gila masih wajar jadi hiburan. Ditanggap atau malah disorak-soraki. Mungkin sekarang kita jadi lebih beradab. Kalau lihat orang gila kita diamkan saja. Atau mungkin karena takut.

Tapi di dunia maya, kita masih sebiadab jaman dahulu. Kita masih mudah menyoraki, mencela, dan menanggap orang-orang yang kita anggap “gila”.

Yang ramai barusan ini adalah kasus Vicky Prasetyo, pengguna kosakata penuh busa.

“Di usiaku ini, twenty nine my age, aku masih merindukan apresiasi karena basically, aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya.”

Uuuh, kata-kata super canggih Vicky jadi bahan olok-olokan. Komunitas maya punya mainan baru.

Teman saya yang aslinya memang bernama Vicky mengganti gambar profilnya dengan foto Vicky Prasetyo. Baru beberapa saat ia menyerah. Ia ganti gambar profilnya ke fotonya sendiri. Nggak kuat katanya. Ternyata banyak yang mengira akunnya memang akun asli Vicky Prasetyo. Kalau yang tipu-tipu saja sebentar sudah tidak kuat, apalagi kalau yang asli.

Sepertinya ada beberapa orang yang iba dengan Vicky. Kasihan. Orang gila bukannya disembuhkan tapi malah dicela-cela.

Tapi saya yakin Vicky dicela-cela bukan karena ia gila. Namun karena bahasa sundul langit tidak pada tempatnya. Perkara ia menggunakan bahasa yang berlebih-lebihan karena kegilaannya, itu soal lain.

Yang menarik buat saya adalah, bahwasanya kelakuan Vicky ini dilakukan banyak sekali oleh kita. Namun dibiarkan saja. Seolah-olah wajar. Bahkan banyak yang malah jadi kagum. Wah, bahasanya sulit. Pasti intelek.

Coba saja amati di layar televisi atau lini masa media sosial. Banyak sekali yang hobi menyelipkan istilah-istilah “canggih”, entah dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing. Mulai dari orang kecil, artis, politikus cap kadal, sampai presiden. Iya! Coba saja dengarkan SBY kalau sedang pidato. Nggak separah Vicky sih, tapi setali tiga uang lah.

Kalau Vicky dibilang gila karena kata-katanya, maka sejatinya masyarakat kita juga gila.

Saat kerja dahulu, atasan saya pernah mendorong para anak buah agar bekerja lebih cepat. Apa ia bilang coba?

“…supaya kita bisa move lebih faster.”

Bahasa Indonesia bukan. Bahasa Inggris nggak nyambung. Keseharian kita penuh kata-kata asing yang sebenarnya padanannya dalam bahasa Indonesia baku pun populer.

Salary. In case. Wicis (which is). Attitude. Either. Simple. Effort. Accident. Support. Sustainbility. Aaaahhh…banyak lagi. Bahkan kata-kata itu pun kadang diucapkan saat seseorang sedang berkampanye untuk menjunjung budaya negeri sendiri. Ironis bukan.

Tidak lain tidak bukan karena memang masyarakat cenderung menganggap yang berbahasa acakadut ini tampak intelek. Dan masyarakat kita ingin dianggap intelek.

Vicky sial, ia overdosis. Overdosis atau tidak, yang namanya candu tetap saja candu. Tidak baik buat kesehatan sosial.

Vicky memang kasihan. Tapi dalam setiap perjuangan wajar kalau ada korban. Termasuk perjuangan menegakkan kebudayaan. Jadi biarlah Vicky jadi tumbal. Sebentar lagi kampanye politik akan segera mulai. Malah banyak yang sudah mencuri-curi. Nanti kalau ada dari mereka yang berbual-bual dalam pemilihan kosakata, kita bisa bilang,

“Wah, Vicky sekali.”

Sanggar Koebus, Yogyakarta, 10 September 2013
jadi nggak jadi nggambar komik

*oh iya, baca juga ini https://kurniahartawinata.wordpress.com/2012/07/10/fokus-fokus-lulus-dapatkan-nilai-ilmu-nomer-dua/

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

7 Responses to Berbicara Bodoh Biar Tampak Pintar

  1. Tobias says:

    Apalagi kalau kamu mendengar Singlish, ‘Kur..pasti langsung bengong😀

    Saya sendiri, kalau boleh memilih, akan selalu berusaha menggunakan bahasa yang sederhana untuk menyampaikan sesuatu. Buat apa sih, cuap-cuap dengan kata-kata ‘canggih’ tapi tidak dipahami orang?

    *diketik dengan penuh kesadaran untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.😀

  2. Ueda says:

    Ada kemungkinan dia jadi meme terbaru ? :v

  3. yudho says:

    kolomnya kurnia sekali

  4. Benny K says:

    bener-bener “intelek”
    ya.. in telek..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s