Jagal Kenyamanan


nyamanZona nyaman sekarang telah menjadi frasa celaka. Ia identik dengan pemalas. Sumber kehidupan suram. Tempat jahanam yang harus dihindari. Merasa nyaman? Wah, berarti Anda dalam bahaya.

Heran kan, nyaman kok dihindari. Bukankah hidup manusia ini tujuannya mencari kenyamanan, kok sekarang malah yang sudah nyaman malah didorong agar tidak nyaman.

Kapan kita mulai phobia dengan kenyamanan?


Pengertian zona nyaman paling tua yang saya ketahui berasal dari buku “Who Moved My Cheese?”. Saya baca tahun 2000-an awal, masa-masa awal trend pengembangan diri. Buku tersebut bercerita tentang dua ekor tikus dan dua manusia yang hidup dalam labirin.

Pada awalnya dua tikus dan dua manusia selalu ke sebuah tempat untuk mengambil keju. Di sana ada banyak keju yang enak. Sampai pada suatu hari, keju di sana lenyap! Dua tikus segera mencari keju di tempat lain. Dua manusia, ehm….meratap.

Manusia pertama akhirnya memutuskan meninggalkan tempat itu dan mencari keju di tempat lain. Manusia kedua tidak mau, ia terlalu takut meninggalkan pola kehidupan yang selama ini ia jalani. Padahal sudah jelas di situ tidak ada lagi keju.

Akhir bahagia bagi manusia pertama, ia menyusul tikus menemukan tempat keju baru. Ia juga belajar pengalaman, bahwa keju di tempat baru itu bisa habis atau menghilang. Jadi ia menyempatkan waktu menjelajahi labirin.

Tempat keju berada ini yang disebut sebagai zona nyaman! Manusia kedua itu yang disebut sebagai manusia yang tidak berani keluar dari zona nyamannya. Keju sudah habis kok masih ngotot di sana. Ia tidak mengerti bahwa zona nyaman bisa berubah dan ia seharusnya turut berpindah. Kalau mau terus nyaman.

Lha sekarang kok, sedang enak-enak menikmati keju malah diusir-usir. Diajak pergi. Dibujuk dan ditakut-takuti. Jahat bener. Tapi nyatanya banyak yang seperti itu.

Seharusnya tulisan ini berhenti di sini saja. Tapi sudah lama saya tidak sembarang menuduh, jadi saya ingin lanjutkan dengan tuduhan ngasal.

Terbayang di kepala saya, Anwar Congo menari-nari dengan latar lagu “Born Free” di film “Jagal”. Film tentang pembantaian tertuduh komunis di Medan pasca G30S ’65. Anwar Congo, sang penjagal manusia, membayangkan bahwa orang-orang yang ia bunuh berterima kasih padanya. Bahwa pembantaian yang ia lakukan adalah demi kebaikan.
Bagaimana tidak, ia hanyalah alat politik waktu itu dan yang ia lakukan adalah kekejian tanpa alas kemanusiaan. Tentu sakit sekali jika harus menghadapi kenyataan tersebut. Mimpi-mimpi buruk terus menghantuinya. Bisa gila ia nanti. Jadi yang ia lakukan adalah, menghadap dunia dan memamerkan perbuatannya. Mengajak orang lain untuk menjadi seperti dirinya. Pahlawan. Di balik tirai keangkuhannya itu, ada luka-luka mental yang tak berani ia hadapi.

Jadi saya bayangkan ada orang-orang terluka lain di luar sana. Jiwanya terluka karena hidupnya tidak nyaman. Bisa karena kondisi sosial, tekanan keluarga, atau korban hasutan. Karena menghadapi kenyataan itu menyakitkan, mereka mencari pembenaran. Mereka pamerkan ketidaknyamanan mereka. Lihat, saya hebat karena tidak nyaman. Dan tidak nyaman buat saya adalah pilihan. Biar hebat. Ayo jadi seperti saya!

Berbondong-bondong orang merasa perlu mengikuti. Menyiksa diri. Lalu ikutan terluka. Kemudian menutupi lukanya dengan cara yang sama seperti pendahulu mereka.

Padahal buat beberapa orang, buat apa jadi hebat. Nyaman lebih asik.

Dan jadi jagal bagi kenyamanan orang lain karena tak mampu menghadapi luka diri itu sebenarnya kejam luar biasa.

Yogyakarta, 15 Juli 2015
tentang “who moved my cheese?” bisa cek di https://en.wikipedia.org/wiki/Who_Moved_My_Cheese%3F

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s