Anjing Baru Untuk Kehidupan Baru


nyil_04

Satu seperempat tahun setelah Cuka meninggal, saya punya anjing baru. Unyil namanya. Unyil bukan sosok yang saya harapkan, namun juga bukan sosok yang saya tolak keberadaanya. Kehadirannya sepaket dengan perempuan yang saya nikahi. Unyil adalah peliharaannya, tidak tega diberikan orang dan tidak mungkin ditinggalkan begitu saja. Sudah setengah bulan lebih ia mengisi hidup saya.

Sebenarnya saya sudah tidak berniat lagi memelihara anjing sejak Cuka tua dan mulai buta. Harus merawat dan melihat sosok yang dicintai pudar daya hidupnya dan sewaktu-waktu bisa pergi itu ngilu. Lagipula saya tahu, Cuka tidak tergantikan. Tidak akan ada anjing yang bisa sama dengannya. Apalagi mengingat untuk anjing, Cuka tergolong cantik, pintar, dan baik hati. Cuka jadi standar teman hidup yang sulit tergapai.

Namun Unyil datang memang tidak untuk bersaing dengan Cuka. Unyil biarlah jadi Unyil, dan memang ia berbeda dari Cuka.

Unyil hadir sebagai anjing jantan, campuran dari anjing jenis teckel yang bertubuh panjang berkaki pendek dan anjing pom yang kecil dan berbulu panjang. Hasilnya Unyil bertubuh kecil panjang, berkaki pendek, namun bulunya panjang. Jangan remehkan bentuk tubuh seperti itu, bulunya membuat ia tampak menarik dipandang dan tubuh panjangnya, secara mengagetkan, membuat ia lebih mudah meronta. Selain itu, paduan bulu dan tubuh panjang membuat ia enak dipeluk. Seperti guling.

Oh, betapa saya suka memeluk.

Kalau Cuka berdiam diri saat kesal, Unyil segera menyatakan kegeramannya dengan menggeram. Atau menguik. Atau menggonggong. Repotnya, Unyil cemburuan. Termasuk cemburu kepada saya dan istri. Kalau ia melihat kami berduaan, ia segera datang dan meminta jatah kasih sayang. Duh, repotnya.

Kecemburuan Unyil tidak hanya ditunjukkan kepada kami berdua, namun juga kepada anjing tetangga. Sebelum Unyil datang, anjing tetangga yang masih kanak-kanak, Kiki namanya, sering ke rumah untuk bermain. Ia biasa nyerontol masuk begitu pintu dibuka. Kini Kiki tidak berani lagi main di rumah. Terakhir masuk, ia ndepipis dalam pelukan saya ketika Unyil menggonggong ke mukanya.

Secara pribadi, sebenarnya Unyil tidak benci kepada Kiki. Unyil ingin juga ingin berkenalan, mengendus anus seperti biasa anjing berkenalan. Bahkan beberapa waktu lalu, Unyil mengencingi Kiki yang habis mandi saat ia dijemur di kandang di jalan depan rumah. Ups, saya sebenarnya tidak tahu itu tanda apa. Tanda penghinaan atau penguasaan, mungkin. Padahal, Kiki yang masih berumur 7 bulan itu sudah berukuran dua kali lebih besar dari Unyil yang sudah berumur lebih dari 4 tahun.

Unyil memang anjing pemberani. Dikirim dari Sidoarjo ke Yogyakarta, Unyil tidak stres seperti yang diperkirakan. Padahal ia sempat sendirian di dalam mobil box dan gerbong barang kereta api. Di kantor jasa pengiriman, masih dalam kandang, ia malah menggonggong pada petugas yang masuk. Begitu juga saat turun dari kereta dan masih berada di samping gerbong. Mungkin merasa jumawa karena ditemani majikan dan calon majikan.

Sejauh ini saya senang hidup bersama Unyil. Ia pintar dan mudah mengerti maksud kami. Suka bercengkrama dan bermalasan, persis kami. Persoalan buang air pun ternyata tidak perlu dikhawatirkan. Unyil tidak buang air sembarangan, ia kencing di tanah ke arah tanaman di halaman kecil belakang rumah. Berak pun di tanah, walau kalau bisa ia lakukan saat dirantai jalan-jalan di depan rumah. Tempat favoritnya: pot. Unyil pecinta toilet duduk, mungkin efek dari tubuh panjang dan kaki pendeknya.

Kalau Cuka banyak mengajarkan kasih sayang, saya menunggu apa yang akan Unyil ajarkan pada saya. Tapi tidak pun tak mengapa. Paling tidak ia akan selalu mengingatkan kalau hidup bisa dinikmati melalui hal-hal sederhana. Semisal rasa pencapaian itu tidak melulu didapat melalui meraih target yang diberi atasan, tapi cukup dengan menangkap bola yang dilempar oleh majikan.

Yogyakarta, 23 Desember 2016

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s