Jogja atau Yogyakarta, Apalah Arti Sebuah Nama


 

yogya istimewa

Jogja istimewa memiliki arti “Perang yang istimewa”.

William Shakespeare bisa saja ngomong, “Apalah artinya sebuah nama?” Lha wong dia orang berbahasa Inggris. Orang berbahasa Inggris memang tidak menjunjung tinggi sebuah nama. Bisa kita lihat dari nama Perdana Menteri Inggris sekarang, Theresa May. May, alias bulan Mei. Perdana menteri kok namanya pakai nama penanggalan. Di Jawa sejajar dengan orang yang namanya Jumadilawal, atau Rebo, atau Kliwon. Tahu nama presiden Amerika Serikat sekarang? Donald, sama kaya bebek yang nggak pakai celana.

 

Bandingkan dengan nama pemimpin di Jawa. Nama lengkap Sultan Yogyakarta saat ini adalah,

Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Ka 10, Suryaning Mataram Senopati Ing Ngalogo, Langgenging Bawono Langgeng Langgenging Tata Panotogomo.

Apakah nama semacam itu penting? Penting, dong!

Wong sultan ganti nama dari Buwono jadi Bawono saja terus membuat adiknya nggak mengakui beliau sebagai sultan lagi, kok. Jadi nama orang itu penting sekali bagi orang Jawa. Nama itu ibarat citra dan doa. Menunjukkan legitimasi sekaligus harapan.

Pasti begitu juga ketika Pangeran Mangkubumi menamai kerajaan barunya, Ngayogyakarta. Ngayogyakarta bukan sembarang nama. Ngayogyakarta berasal dari kata ayodya dan karta. Ayodya sendiri berasal dari a yang berarti tidak, dan yodya (atau yudha) yang berarti perang. Jadi Ayodya berarti keadaan tidak perang, alias damai. Sedang karta berarti makmur dan maju. A dilafalkan jadi nga, seperti orang Jawa melafalkan abdul jadi ngabdul. Bisa disimpulkan, Ngayogyakarta berarti damai, makmur, dan maju.

Tapi Nga- di depan nama kota ini menghilang. Sampai sekarang keraton memang masih memakai nama itu secara lengkap, Ngayogyakarta. Tapi dalam keseharian, maupun dalam administrasi sebagai salah satu provinsi di Indonesia, Nga- sudah hilang. Orang biasa bilang Jogja, Yogya, atau Yogyakarta.

Ngayodya yang berarti damai, kehilangan nga- sehingga berarti perang. Rusak! Rusak!!

Hilangnya Nga- saya kambing hitamkan pada penjajah Hindia-Belanda. Selain karena mereka sudah pergi sehingga tidak bisa membela diri, jejak-jejak penghilangan ini memang tampak di peta-peta buatan mereka. Di peta-peta buatan mereka, Ngayogyakarta ditulis Djocjo, Djocja, Djogjocarta, Jogjacharta, atau semacam itulah.

Kehilangan Nga- mengakibatkan nama yang sebelumnya berarti damai berubah menjadi perang. Penjajah patut dicurigai untuk hal sepele namun penting ini. Ketika Tugu Jogja yang dulunya silinder berpuncak bulat menggambarkan kesatuan rakyat dan raja rusak karena gempa, tidak boleh dibangun seperti aslinya oleh penjajah. Badannya dibuat kotak, puncaknya dibuat lancip. Tidak cuma itu, garis lurus antara keraton dan tugu yang merupakan sumbu filosofis melambangkan perjalanan manusia menuju Pencipta, dipotong pakai jalur kereta api.

Ngayogyakarta yang merupakan doa dan harapan akan kedamaian, kemajuan, dan kemakmuran, kini jadi berubah jadi Yogya. Masih mending kalau Yogyakarta, masih ada maju dan makmurnya. Lha ini Yogya saja, berarti cuma doa dan harapan akan perang.

Jadi wajar kalau Yogya, walau katanya adem ayem, sebenarnya sarat aneka permasalahan. Mulai gontok-gontokan suksesi kesultanan, diskriminasi pada saudara-saudara dari Indonesia timur, konflik sosial berlandaskan pemahaman agama, sengketa lahan antara petani dan pemilik modal, atau ormas yang masih saja hobi bubarkan ini itu.

Maka dari itu, bersama tulisan ini, saya mengajak seluruh manusia yang mencintai Yogyakarta untuk menuntut pengembalian nama Yogyakarta menjadi Ngayogyakarta. Soal logo saja bisa ribut dan mengeluarkan uang milyaran. Apalagi ini soal nama! Soal doa dan harapan!

Ngayogyakarta, 29 Juni 2017

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s