Author Archives: kurniahartawinata

Anjing Baru Untuk Kehidupan Baru


Satu seperempat tahun setelah Cuka meninggal, saya punya anjing baru. Unyil namanya. Unyil bukan sosok yang saya harapkan, namun juga bukan sosok yang saya tolak keberadaanya. Kehadirannya sepaket dengan perempuan yang saya nikahi. Unyil adalah peliharaannya, tidak tega diberikan orang … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Motivatologi: Kibal-Kibul Motivasi


Berikut adalah naskah awal artikel pengantar tiap bab pada komik saya, Kibal-Kibul Motivasi. Isinya adalah pertanyaan-pertanyaan atas keadaan yang membawa saya untuk mengerjakan karya ini. Komik ini mulai dikerjakan dari Januari sampai Oktober 2014. Karena satu dan lain hal, baru … Continue reading

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Jagal Kenyamanan


Zona nyaman sekarang telah menjadi frasa celaka. Ia identik dengan pemalas. Sumber kehidupan suram. Tempat jahanam yang harus dihindari. Merasa nyaman? Wah, berarti Anda dalam bahaya. Heran kan, nyaman kok dihindari. Bukankah hidup manusia ini tujuannya mencari kenyamanan, kok sekarang … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Resensi Buku “Rahasia Batik Berdarah”: Mengikuti, Bukan Menanggapi Zaman


Atas sebab musabab yang tak perlu diketahui, saya terpaksa meresensi sebuah novel baru berjudul “Rahasia Batik Berdarah” karangan Leikha Ha. Berhubung saya lagi ingin giat menulis blog, maka saya jadikan resensi ini sebagai materi blog sekalian. Semoga tidak mengecewakan pembaca … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Yuk Berinternet: Sebuah Catatan Pembuatan Komik


Yuk Berinternet adalah sebuah komik tentang budaya berinternet dengan sehat. Materinya disusun oleh Valens Riyadi, cerita sampai storyboard oleh saya, dan ilustrasi akhir oleh Osa. Beberapa tahun lalu ketika komik pertama saya terbit, saya mendapat banyak teman baru di media … Continue reading

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Tidak Selamanya Agama Bisa Menyelamatkan


Soal agama di SMA saya dulu sensitif sekali. Maklum, walau sekolah negeri, agama berpengaruh erat dengan aturan-aturan di sekolah. Termasuk urusan-urusan politik kesiswaan. Tapi di sini saya tidak sedang ingin bicara itu. Saya ingin cerita bagaimana kesensitifitasan itu dapat dimanfaatkan.

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Saya Si Orang “Baik”


“Kalau nggambar pohon jangan seperti itu, begini saja, soalnya…bla bla bla..” ujar senior kepada saya tanpa diminta. Padahal gambar pohon itu berusaha mengikuti gambar supervisor saya. “Kalau (menyebut nama supervisor saya yang masih hijau) itu biarin saja. Salah sendiri merasa … Continue reading

Posted in Uncategorized | 4 Comments