Tujuan dari Hidup yang Tidak Punya Arti di Hadapan Semesta


carlsaganexistence“Lihat kembali titik itu. Di sini. Itu rumah. Itu kita. Di sana semua orang yang Anda cintai, semua orang yang Anda kenal, semua orang yang Anda tahu, semua umat manusia yang pernah ada, menjalani kehidupannya. Segala kegembiraan dan kesengsaraan, ribuan agama yang percaya diri, ideologi, dan doktrin ekonomi, semua pemburu dan peramu, semua pahlawan dan pengecut, semua pembangun dan penghancur kebudayaan, semua raja dan rakyat jelata, semua pasangan muda yang kasmaran, semua ibu dan ayah, semua anak berpengharapan, penemu dan penjelajah, semua guru moral, semua politikus korup, semua bintang terkenal, semua pemimpin besar, semua orang suci dan pendosa dalam sejarah spesies kita hidup di sana – di sebuah bintik pada debu, melayang di sinar matahari.”
~Carl Sagan

Alam semesta begitu luas dan begitu tua. Ia masih mengembang, dan akan terus ada untuk waktu yang lama. Sangat, sangat lama. Keberadaan Bumi hanyalah sekedipan baginya.

Pun dengan manusia. Jika umur spesies manusia saja tak berarti bagi bumi, apalagi umur kita sebagai individu. Ketika Bumi hanyalah sebuah titik biru pucat tak berarti di alam semesta, apalah kita ini.

Tapi kita masih ingin berarti. Kita masih saja menyebut momen kiamat sebagai saat bagi lenyapnya umat manusia dari muka bumi.

Sebagai bintik dalam debu semesta itu kita menentukan tujuan hidup. Ada tujuan yang kecil seperti memiliki anak dan menimang cucu. Ada yang besar, seperti menguasai dunia.

Lalu kamu datang bertanya, apa tujuan hidupku. Continue reading

Posted in Uncategorized | 5 Comments

Saat Kamu Tidur Dengan Tenang dan Aku Terjaga Kesepian (Sebuah Obituari)


406272_10150409299517127_1398407904_nKemarin sore aku membuat janji dengan maut.

Siang tadi aku mengubur jenazah anjing tersayang.

Cuka datang pada petang, 8 Maret 2000. Kecil, berbulu, kepalanya muncul dari tas kain yang diselempangkan ke bahu. Continue reading

Posted in Uncategorized | 4 Comments

Pertanyaan Kapan Nyusul yang Sering Muncul Seperti Bisul


10500573_10153153539913742_4147532775654348527_nLibur lebaran lalu saya menghadiri resepsi pernikahan sepasang teman. Peristiwa klasik terjadi saat menyalami mempelai. Pertanyaan:

“Kapan nyusul?”

Saya tahu akan berlebihan jika tersinggung karena itu. Namanya juga bercanda. Tapi berhubung saya sedang ingin menulis blog dan bingung cari bahan, mari kita tanggapi ini secara serius. Toh orang tidak bisa seenaknya berlindung terus di balik perisai bercanda.

“Agamamu sesat dan Nabimu palsu!”

“Appaaah?”

“Hahaha, cuma bercanda kok!”

Enggak bisa begitu bukan? Tentu tidak. Paling tidak tidak di tulisan ini.

Apa perlunya bertanya kapan nyusul?
Continue reading

Posted in Uncategorized | 8 Comments

Kisah-Kisah yang Ditolak dan Kisah-Kisah yang Tumbuh lalu Berbuah


kisah-kisah yang ditolakSaya terpukau dengan peringatan Anthony de Mello di awal bukunya, “Doa Sang Katak”. Buku ini berisi anekdot-anekdot lucu yang memiliki kedalaman makna. Judul lengkapnya, “Doa Sang Katak – Meditasi dengan Cerita”

“Mereka tahu menolak kebenaran adalah biasa, tapi menolak suatu cerita adalah tak mungkin.”

Saya yang cinta dunia cerita memegang erat kalimat di atas. Sampai suatu ketika film “Tanda Tanya” besutan Hanung Bramantyo muncul dan membuat saya tertegun.

Bukan karena filmnya. Sampai sekarang saya belum pernah nonton. Tapi bagaimana ada sekelompok masyarakat (yang sama-sama belum nonton) bisa menolak cerita yang ada di film itu. Menolak sebuah kisah yang jelas-jelas fiksi? Sungguh saya tak habis pikir. Continue reading

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Antara Tempat Parkir dan Hijaunya Daun Tanaman


parkirSaya menghadapi dilema. Saya ingin bagian depan rumah hijau oleh tanaman, tapi itu berarti mempersempit ruang parkir jika ada tamu datang. Rumah saya cukup besar untuk kumpul-kumpul, tapi terlalu sedikit ruang untuk parkir.

Tanaman atau tempat parkir?
Tempat parkir atau tanaman?
Kemana saya harus berpihak, hijau daun atau kendaraan?

Tentu saja harus ada kompromi, tapi kompromi seperti apa.

Ngomong-ngomong soal lahan parkir, ada cerita yang saya dapat saat menghadiri pertemuan rukun tetangga. Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged | 2 Comments

Petugas PLN yang Membantu


Motivatologi_049Sekitaran Mei 2013, listrik rumah mati. Meteran pra-bayar kami rusak, kemungkinan ada kucing tetangga yang nakal. Mika penutup MCB patah. Kami telepon layanan PLN untuk masalah ini. Keluhan kami cepat ditangani. Petugas PLN datang memperbaiki sambungan. Katanya,

“Ini dilangsung dulu. Untuk sementara yang penting bisa dipakai. Nanti kami kembali lagi.”

Begitu janji petugas PLN. Jadi sementara waktu kami tidak perlu bayar listrik. Tapi petugas PLN tak datang jua. “Sementara waktu” yang dijanjikan menjadi “waktu yang lama”. Setahun lebih kami tak perlu menambah token listrik.

Jadi kami mengeluh lagi ke PLN,

“Sudah setahun lebih kami tidak bayar listrik!”

Ternyata sistem pengaduan PLN terbangun dengan baik. Mbak petugas menanyakan nomor pengaduan kami waktu lalu. Kami tidak mencatat. Jadi ia menanyakan nomor pelanggan dan kira-kira kapan kami mengadu. Ternyata ketemu juga pengaduan kami saat itu. Continue reading

Posted in Uncategorized | 6 Comments

Kuku Jempol Cuka


Cuka jarang mandi. Susah. Dia marah kalau dimandikan. Rewel. Melolong-lolong melonjak-lonjak. Membuat khawatir, bagaimana kalau ia melonjak-lonjak, lalu terpeleset jatuh, kesleo, atau patah tulang. Tahu kan, orang tua itu musuhnya adalah terpeleset di kamar mandi. Anjing tua bisa jadi tak jauh beda.

Sesudah riuh rendah seperti hendak dipotong, baru ia bisa dimandikan dengan tenang. Tenang tidak berarti mudah. Karena ia ndeprok. Duduk ngesot kelelahan. Bagaimana membersihkan pantat dan kakinya kalau ia sudah pasang pose begitu.

Susah. Memandikan Cuka harus pakai trik khusus. Juga rasa tega menghadapi ia kepayahan seperti itu. Karenanya Cuka jarang mandi. Kalau bau, ya dimaklumi. Toh, malas juga memandikan anjing. Apalagi anjing rewel berbulu panjang. Repot.
Continue reading

Posted in Uncategorized | 2 Comments